
Saeko atau dipanggil Keiko di Indonesia, adalah anak paling tua dari kelompok 'Trio Nyebelin Sister' ciptaan Ryo. Dia seorang Intel kepolisian Tokyo dan dulunya adalah partnernya Makimura. Dia juga jagoan dalam komik ini keahlian utamanya yaitu menggunakan ke 16 pisau-pisau terbang (paser) yang disembunyikan di dalam roknya (nah..tau gimana aku ngitungnya 16 buah), selain itu juga jago gunakan pistol S&W 38 special-nya... Dia sama Makimura dulunya adalah pasangan terhebat di kepolisian, saking hebatnya Ryo menggelari 'Beauty and The Beast' nya kepolisian Tokyo, tapi karena ada sebuah kasus yang tidak berhasil mereka pecahkan, Makimura mengundurkan diri, bergabung dengan Ryo.
Dalam kartunnya Keiko sering jalan naik Porschee 930 turbo merahnya, dan sering dapat tugas-tugas berat dari chief of police of Tokyo City, yang mana dalam hal ini adalah ayah dia sendiri... =). Ngomong soal ayahnya... ayahnya ini orang yang pemarah sekali dan tampaknya kerjaannya cuma mencari jodoh buat anaknya si Keiko, dalam komiknya sudah ada tujuh orang yang dicomblangin sama bokapnya ini. Tapi dasar rubah (ini ngutip kata-kata dari Ryo) kesemuanya pada ancur-ancur setelah Keiko ngasih tes 'Kuatkah Kamu Jadi Pacarku', cuma satu yang selamat --yang satu ini ada cerita juga nih, dia mirip sekali sama Makimura, juga kehebatannya, tapi ini cerita lain, kamu juga pasti udah tau siapa dia-- eh... sampai dimana tadi ya.
Keiko sebenarnya seorang polwan yang handal, tapi dalam beberapa kasus dia minta tolong sama Ryo buat dibantu. Ryo mau aja nolong dengan syarat 'satu kali' (ippatsu -- istilah Jepangnya, inget tuh) tiap satu kasus. Keiko oke aja, tapi setelah kasus selesai Keiko selalu berhasil ngilang dari Ryo. Dan si bego Ryo cuma bisa mencak-mencak sambil menghitung utang-utangnya Keiko, dan begonya lagi dia nggak kapok juga menolong Keiko.. Alasannya, Keiko pandai manfaatkan laki-laki... dia selalu panggil Keiko 'rubah betina' karna merasa ketipu terus ama utangnya yang udah puluhan kali itu.
Sebenarnya, menurut aku... banyak cerita rahasia antara Ryo dan Keiko ini, dulu mereka terlibat cinta segitiga antara Ryo, Keiko dan Makimura. Tapi sewaktu Keiko mau memutuskan untuk memilih 'snip' apa milih 'snap' eeh.. Makimura mati duluan (edisi pertama aja udah mati), terus dengan kehadiran Kaori diantara mereka... kisah itu jadi hilang aja. Dan nampaknya Keiko menyukai Ryo, dia malah pernah nantangin Ryo 'satu kali' beneran... dan malah Ryo yang lari ketakutan, sampai akhirnya Keiko sadar akan hubungan aneh Ryo sama Kaori.
Dan lagi aku lebih suka jodohin Ryo ama Keiko, habis Keiko cool amat pada edisi kemunculan awalnya, cakepnya minta ampun. Tapi itu cuma pikiran keselip aja... hehehehe.
Tsukasa memikirkan juga bahwa sang detektif ciptaannya nggak bakalan dapat kerja sendirian, nggak mungkin dia jadi serba tahu dengan kejadian yang ada tanpa seorang informan. Dan nampaknya Keiko adalah salah satu informannya (kayaknya inforwoman atau inforwati lebih cocok). Tsukasa nampaknya tidak ingin membuat pembacanya ngerasa tertipu dengan kehebatan-kehebatan instant yang dimiliki tokoh-tokoh kesayangannya, dia selalu menambahkan sekuel-sekuel atau adegan yang bisa menjawab pertanyaan yang mengganjal para pembacanya, namun tidak terlalu mencolok dan hanya bisa dicari sendiri oleh pembacanya, nah... salut buat Tsukasa.
Dalam kartunnya Keiko sering jalan naik Porschee 930 turbo merahnya, dan sering dapat tugas-tugas berat dari chief of police of Tokyo City, yang mana dalam hal ini adalah ayah dia sendiri... =). Ngomong soal ayahnya... ayahnya ini orang yang pemarah sekali dan tampaknya kerjaannya cuma mencari jodoh buat anaknya si Keiko, dalam komiknya sudah ada tujuh orang yang dicomblangin sama bokapnya ini. Tapi dasar rubah (ini ngutip kata-kata dari Ryo) kesemuanya pada ancur-ancur setelah Keiko ngasih tes 'Kuatkah Kamu Jadi Pacarku', cuma satu yang selamat --yang satu ini ada cerita juga nih, dia mirip sekali sama Makimura, juga kehebatannya, tapi ini cerita lain, kamu juga pasti udah tau siapa dia-- eh... sampai dimana tadi ya.
Keiko sebenarnya seorang polwan yang handal, tapi dalam beberapa kasus dia minta tolong sama Ryo buat dibantu. Ryo mau aja nolong dengan syarat 'satu kali' (ippatsu -- istilah Jepangnya, inget tuh) tiap satu kasus. Keiko oke aja, tapi setelah kasus selesai Keiko selalu berhasil ngilang dari Ryo. Dan si bego Ryo cuma bisa mencak-mencak sambil menghitung utang-utangnya Keiko, dan begonya lagi dia nggak kapok juga menolong Keiko.. Alasannya, Keiko pandai manfaatkan laki-laki... dia selalu panggil Keiko 'rubah betina' karna merasa ketipu terus ama utangnya yang udah puluhan kali itu.
Sebenarnya, menurut aku... banyak cerita rahasia antara Ryo dan Keiko ini, dulu mereka terlibat cinta segitiga antara Ryo, Keiko dan Makimura. Tapi sewaktu Keiko mau memutuskan untuk memilih 'snip' apa milih 'snap' eeh.. Makimura mati duluan (edisi pertama aja udah mati), terus dengan kehadiran Kaori diantara mereka... kisah itu jadi hilang aja. Dan nampaknya Keiko menyukai Ryo, dia malah pernah nantangin Ryo 'satu kali' beneran... dan malah Ryo yang lari ketakutan, sampai akhirnya Keiko sadar akan hubungan aneh Ryo sama Kaori.
Dan lagi aku lebih suka jodohin Ryo ama Keiko, habis Keiko cool amat pada edisi kemunculan awalnya, cakepnya minta ampun. Tapi itu cuma pikiran keselip aja... hehehehe.
Tsukasa memikirkan juga bahwa sang detektif ciptaannya nggak bakalan dapat kerja sendirian, nggak mungkin dia jadi serba tahu dengan kejadian yang ada tanpa seorang informan. Dan nampaknya Keiko adalah salah satu informannya (kayaknya inforwoman atau inforwati lebih cocok). Tsukasa nampaknya tidak ingin membuat pembacanya ngerasa tertipu dengan kehebatan-kehebatan instant yang dimiliki tokoh-tokoh kesayangannya, dia selalu menambahkan sekuel-sekuel atau adegan yang bisa menjawab pertanyaan yang mengganjal para pembacanya, namun tidak terlalu mencolok dan hanya bisa dicari sendiri oleh pembacanya, nah... salut buat Tsukasa.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar